Ads 468x60px

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Wednesday, August 10, 2011

Sisi baik dari yang unik

Seharian ngobrol sana sini dengan para pedagang aksesoris dan pengrajin batu dan permata di Pasar Rawabening selalu menyenangkan. Lupa sama kaki lumayan pegel memutari lantai satu dan lantai dasar di Gems Center Rawabening. Salah satu pedagang yang cukup dikenal baik, sebut namanya bapak Dasril istri dan anaknya. 

Keluarga ini menjual perhiasan perak dan batu permata. Bentuknya lucu-lucu. Berkelas. Ada yang impor dari Thailand ada yang produk lokal. Bagi saya yang tidak mengenal batu, sayang bener rasanya ketika ditunjuk gelang, ini harganya Rp. 7 juta, kalau cincin perak ini Rp. 750 ribu. Ibu Dasril tunjuk sana tunjuk sini memberitahukan harga-harga cincin, gelang, kalung liontin dari perak berhias aneka macam batu. Dijamin, saya yang awam batu lupa. Yang mana onix, yang mana safir, yang mana zamrud dan lain lain jenis yang tadi disebutin panjang lebar oleh si ibu.

Tuesday, August 9, 2011

Modal Bank, Picu Untung Atau Buntung?

Ibu Agatha dan bapak Sriwidodo, pengusaha pengrajin tas merek salah satu MLM di Indonesia yang cukup ternama.

Ketika 2 tahun lalu bertemu dengan mereka, pasangan suami istri ini sopan dan sederhana. Terdapat 5 pengrajin tas yang saya temui waktu itu. Dua diantaranya saya kenal cukup baik, yaitu keluarga ini dan salah satunya, sebutlah p Oji namanya.

Dari dua orang pengrajin ini, jadi tahulah saya, mekanisme kerja dari tas-tas branded yang salah satunya adalah produk MLM ini.

Sunday, August 7, 2011

Berkah Dari 2 kg Perak

Bahwa waktu terbaik, hal terbaik dan semua kejadian-kejadian yang menimpa kita, titik balik kehidupan kita, hanya Alloh SWT semata yang tau kapan datangnya. Ia yang tau ukurannya, takarannya. Bahwasannya sering kita mengeluhkan kondisi kita. Kenapa bisnis tak kunjung maju, kenapa bisnis kita mandek, segini segini saja, karir kita mentok… Dsb dsb
Tetaplah berusaha, karena saat nya kebahagiaan, keberhasilan, pasti akan tiba, kalau tetap berusaha. Dan akan pas pada waktunya. Itu pelajaran yang saya dapat dari hasil ngobrol dengan pasangan yang saya temui di toko Irfan di Gems Center Rawabening.

Bisnis Itu Ternyata Banyak Rupa

Saya hari ini full berjualan. Berjualan disini berarti banyak bertemu orang baru, bisnis baru. Pekerjaan pagi-pagi, membuat penolakan permohonan tambahan kredit. Usaha bagus, risiko minim, tapi ternyata belum sepenuhnya dapat diakomodir pihak bank. Karena legalitas usaha yang tidak bisa dipenuhi debitur.

Bisnis apa pula ini? Karena area yang ditangani masih kredit di bawah Rp. 15 milyar, banyak diantara para pengusaha yang terkendala oleh masalah perijinan yang sesuai dengan bidang usahanya. Salah satu debitur yang saya pegang memiliki bisnis, jual beli rumah tinggal. Usaha bentuknya perorangan. Teori debitur saya gampang. Beliau menguasai bisnis perdagangan rumah tinggal di area Pondok Kelapa.

Monday, July 11, 2011

Inspirasi hari ini

Hari kemarin, akhir bulan. Adalah saatnya menagih, sekaligus prospek. Menagih, artinya mendatangi pengusaha yang tengah mengalami kendala. Sekecil apapun kendala bisnisnya bisa berpeluang besar terhadap kolektibilitas pinjaman mereka. Sedangkan prospek artinya, kemanapun kami pergi, melihat usaha yang prospek untuk dibiayai, atau paling tidak menggunakan produk bank kami. Saya mendatangi empat tempat dan masing-masing memberi wawasan yang mudah-mudahan berguna bagi diri sendiri kelak kemudian hari.

Pedagang gas

Saya bertemu dengan, sebutlah namanya bapak Kalsono, pada akhir tahun 2007. Beliau pedagang gas di area Babelan Bekasi. Pada waktu itu, pemerintah sedang menggalakkan pengalihan dari minyak tanah untuk konsumsi bahan bakar rumah tangga menjadi gas. Rupanya beliau menangkap peluang ini dengan menggandeng bank untuk bermitra.

Akhir tahun 2007, usaha beliau beromset 300 tabung per hari atau lebih kurang 900 tabung per bulan. Dengan menyewa satu bangunan toko, dan dua kendaraan operasional berupa colt diesel dan truk engkel, usaha pada waktu itupun berjalan baik.

Suyatno, pewirausaha asal tegal

Pengalaman baru hari ini. Bertemu dengan bapak Suyatno asal Kroya. Senangnya mungkin salah satunya karena saya orang area-area sana. Senasib di perantauan, dan satu bahasa. Bahasa ngapak tentunya. Ketika datang ke gudangnya, beliau bercelana pendek, kaos warna hitam. Sosoknya pendiam. Nggak banyak bicara. Tumpukan pernak pernik souvenirs untuk pernikahan terlihat memenuhi satu rumah yang ia sewa untuk gudangnya.