Hiruk pikuk pasar Musi terasa seperti biasa. Aktivitas saya setiap sabtu pagi adalah belanja mingguan. Maklum, pengais rezeki di Jakarta seperti saya harus berangkat pagi dan kemudian kembali pulang pada malam hari. Jadi untuk memastikan stok makanan, lauk dan sayuran terjamin dengan tidak membebankan tugas rutin ini ke Mba asisten rumah tangga adalah dengan menjadi stokis sayuran, mengungkep ayam, membumbui ikan dan lauk lainnya pada hari sabtu atau minggu. Mana sempat masak dulu yaa untuk anak anak dan suami. Hehehe soalnya kalau kita terlambat bahkan 5 menit saja dari yang seharusnya dampaknya adalah ketinggaan kereta. Oh iya saya lupa, tidak semua orang ya merasakan aduhainya menggunakan jasa kereta commuter andalan para pengais rezeki baik dari Depok, Bekasi, maupun Tangerang. Bukan ketinggalan kereta dalam arti sesungguhnya, dampak yang normal terjadi adalah, satu kereta datang tapi semua gerbong (bahkan ketika terbuka) penumpang di dalamnya sudah berteriak.. "penuh mbaa.. sudah ngga bisa lagi" satu kereta berikutnya datang.. tidak bisa juga dimasuki. yap itu keseharian yang saya alami. Sama juga dengan pengguna kendaraan pribadi.. Jalanan tak seramah di daerah. Perlu berangkat gelap dan kembali gelap.. dan sampai di rumah tinggal terlelap.
Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Showing posts with label inspirasi. Show all posts
Sunday, March 23, 2014
Tuesday, December 27, 2011
Manisnya manggis dan legitnya markisa
Bertemu dengan salah satu pedagang manggis dan markisa di pasar kramat jati jadi memberikan wawasan bagaimana apabila kita berbisnis buah-buahan. Ketika saya baca di koran, banyak buah lokal yang tergerus oleh buah buahan impor, salah satu pedagang di Pasar Induk Kramat Jati yang berdagang manggis dan markisa, tidak khawatir dengan serbuan buah impor.
“Nggak tau tuh mba, kita ini kaya. Mau apa saja ada. Tapi kenapa barang kita kalah di negeri kita sendiri.” Kata pak pedagangnya.
Apa karena manggis dan markisa belum ada saingan dari cina nih jadi bapak jualannya manggis dan markisa?” Tanya saya.
“Nggak juga mba, manggis dan markisa sudah jadi hidup saya sejak 1991, jadi saya sudah menguasai betul, bisnis di dua buah-buahan ini” papar si bapak.
Jadi tahulah saya, untuk berbisnis buah, hal-hal yang perlu kita ketahui betul antara lain:
“Nggak tau tuh mba, kita ini kaya. Mau apa saja ada. Tapi kenapa barang kita kalah di negeri kita sendiri.” Kata pak pedagangnya.
Apa karena manggis dan markisa belum ada saingan dari cina nih jadi bapak jualannya manggis dan markisa?” Tanya saya.
“Nggak juga mba, manggis dan markisa sudah jadi hidup saya sejak 1991, jadi saya sudah menguasai betul, bisnis di dua buah-buahan ini” papar si bapak.
Jadi tahulah saya, untuk berbisnis buah, hal-hal yang perlu kita ketahui betul antara lain:
Labels:
bisnis buah,
cerita bisnis,
inspirasi
Bisnis pun perlu empati
Memiliki anak yang perlu penanganan khusus memang perlu kesabaran khusus. Baik mengenai biaya penanganannya maupun penanganan anaknya sendiri.
Pagi tadi berkunjung ke suatu lembaga pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus di Depok. Saya dan suami sedang ada di sana, suatu kebetulan. Di ruang tunggu terdapat tv yang menampakkan kegiatan belajar para anak berkebutuhan khusus.
Sedang asiknya memperhatikan kegiatan belajar melalui tv di ruang tunggu, muncul ibu muda, sepertinya anaknya salah satu murid di sana. Ia mengeluarkan sejumlah uang, nominal yang lumayan juga, sepertinya untuk pembayaran uang pendidikan anaknya di sana. Dari pembicaraan dengan pegawai di sana, tahulah saya, bahwa si ibu bermaksud untuk berhenti menggunakan jasa pendidikan untuk anaknya di sana.
“Mba, ini uang pembayaran bulan ini. Saya bisa ketemu dengan pemiliknya nggak mba, ada yang mau saya bicarakan” tanya si ibu.
Pagi tadi berkunjung ke suatu lembaga pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus di Depok. Saya dan suami sedang ada di sana, suatu kebetulan. Di ruang tunggu terdapat tv yang menampakkan kegiatan belajar para anak berkebutuhan khusus.
Sedang asiknya memperhatikan kegiatan belajar melalui tv di ruang tunggu, muncul ibu muda, sepertinya anaknya salah satu murid di sana. Ia mengeluarkan sejumlah uang, nominal yang lumayan juga, sepertinya untuk pembayaran uang pendidikan anaknya di sana. Dari pembicaraan dengan pegawai di sana, tahulah saya, bahwa si ibu bermaksud untuk berhenti menggunakan jasa pendidikan untuk anaknya di sana.
“Mba, ini uang pembayaran bulan ini. Saya bisa ketemu dengan pemiliknya nggak mba, ada yang mau saya bicarakan” tanya si ibu.
Labels:
inspirasi
Monday, July 11, 2011
Inspirasi hari ini
Hari kemarin, akhir bulan. Adalah saatnya menagih, sekaligus prospek. Menagih, artinya mendatangi pengusaha yang tengah mengalami kendala. Sekecil apapun kendala bisnisnya bisa berpeluang besar terhadap kolektibilitas pinjaman mereka. Sedangkan prospek artinya, kemanapun kami pergi, melihat usaha yang prospek untuk dibiayai, atau paling tidak menggunakan produk bank kami. Saya mendatangi empat tempat dan masing-masing memberi wawasan yang mudah-mudahan berguna bagi diri sendiri kelak kemudian hari.
Labels:
cerita bisnis,
inspirasi,
ukm
Subscribe to:
Posts (Atom)








